Archive for the ‘Artikel ASI’ Category
Cara Menyimpan ASI dengan Aman
Bagi Ibu memberikan Air Susu Ibu kepada bayi hingga enam bulan tidaklah mudah, apalagi bagi ibu pekerja.
Salah satu jalan keluarnya adalah dengan memeras dan menyimpan ASI.
Dalam menyimpan ASI yang perlu diperhatikan adalah terjaga kebersihannya dan tidak terkontaminasi. ASI harus disimpan dengan benar sebelum diberikan kepada bayi.
Menurut lembaga The US Centers for Disease Control and Prevention ada tips bagi ibu cara menyimpan ASI dengan benar:
1. Sebelum memompa ASI, cucilah tangan hingga bersih.
2. Tempat untuk menyimpan ASI harus bersih dan tertutup rapat dan sudah disain untuk menyimpan ASI
3. Tempat penyimpanan ASI harus diberi label tanggal
4. Dilarang mencampur ASI yang baru diperas dengan ASI beku yang sudah disimpan sebelumnya
5. Dilarang menyimpan atau memberi ulang ASI yang sudah separuh atau lebih yang telah diberikan pada anak.
Penyimpanan ASIP yang benar
• Penyimpanan ASIP dapat dilakukan di tempat yang steril, plastik kedap udara atau botol sealable. Anda dapat menyimpan di kulkas atau di freezer, untuk jangka waktu yang berbeda.
• Jika ASIP tersebut disimpan di luar pada suhu kamar (25c), maka ASIP dapat bertahan sampai 4 jam, dengan demikian diusahakan menyimpan dalam tas yang berisi es sebelum ditaruh di freezer.
• Jika ASIP anda disimpan di lemari es maka ASIP dapat bertahan hingga 5 hari.
• Jika ASIP anda disimpan dalam freezer, maka ASIP dapat bertahan selama 3-4 bulan. Ketika Anda ingin menggunakan sebaiknya di defrost dahulu, Setelah sudah mencair maka barulah dihangatkan dengan air panas (60C) secara perlahan-lahan, dilarang menggunakan microwave karena akan merusak semua kandungan ASIP tersebut
• Selalu menyimpan ASI dalam jumlah kecil.
• Jika bayi Anda tidak minum jumlah keseluruhan, Anda dapat menyimpannya ke dalam kulkas untuk digunakan kembali selama sekitar satu jam dan kemudian membuang sisanya.
• JANGAN ditaruh kedalam freezer kembali, jika sudah dicairkan.
• JANGAN dihangatkan untuk kedua kalinya
• JANGAN memasaknya
Semoga sukses menyimpan ASIP untuk bayi anda
Tarif Tiki
Mohon dilihat Tarif Tiki khususnya untuk ongkos kirim (ongkir) di luar Jakarta.
Pertanyaan Seputar Pemesanan Plastik ASI
Banyak pertanyaan seputar pertanyaan / keluhan / komplain perihal pemesanan plastik asi. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dipahami antara pemesan yang ingin memesan plastik asi:
1. Bahwa nomor 08988802461 tersebut adalah SMS only…
2. Kami berusaha untuk mengirimkan langsung dengan TIKI dan bukan dengan Jasa Ekspedisi tertentu.
3. Dalam hal Konfirmasi perihal pembayaran. Kami hanya mengirimkan barang sejak konfirmasi pembayaran tersebut dilakukan dan dikonfirmasi dengan SMS. Kami tidak melayani COD, artinya sepanjang pemesan tidak mengkonfirmasi perihal transfer pembayaran maka kami belum dapat memproses pengiriman.
4. Kami menggunakan jasa pengiriman paket TIKI dengan jenis paket kirim REG (Reguler) atau ONS (One Day Service).
Artinya adalah jika Reguler = hampir 3-4 hari sedangkan ONS adalah 1 malam atau 1-2 hari. Untuk tahun baru 2011 … beberapa pengiriman dari TIKI terlambat.. setelah dikonfirmasi memang… keterlambatan tersebut bersifat nasional karena menjelang akhir tahun. (catatan : untuk luar jakarta sangat tergantung pada keadaan, Bisa d tracking lewat no Resi TIKI)
NB: Sangat disarankan, agar pemesan dapat menggunakan jasa pengiriman jenis ONS bagi pemesan yang ingin buru-buru.
5. Sempat beberapa bulan yang lalu (Nopember 2010) HP hilang dengan Nomor 021-37830983 kemudian kami ganti dengan 08988802461
Semua Konfirmasi pergantian nomor sudah kami usahakan lewat WEB http://plastikasi.com/produk-kami dan lewat kaskus dan media lain.
6.Kami juga menyediakan Link Kaskus.us : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4807626
artinya semua keluhan / orderan /pertanyaan pelanggan bisa di post di Kaskus secara bebas,terbuka dan dapat dilihat semua orang… dan kami akan tanggapi dengan menyebutkan Nomor Resi TIKI yang bisa d track lewat website maupun telepon TIKI
7. Kami juga menyediakan email : plastikasi@yahoo.com sebagai media komunikasi
8. Sebagai pengalaman yang pernah kami lakukan… kami pernah melakukan transaksi pelanggan yang sedang butuh banget dengan melakukan pertemuan di bus halte busway sampai ke kantor… hal ini sangat tergantung pada Sumber daya kami…
Mudah2an informasi ini dapat membantu pada pengguna yang lain. dan kami minta maaf sebesar-besarnya jika ada pelanggan yang belum puas dengan pelayanan kami.
Tempat Penyimpan ASI – Panduan sebelum membeli
Membawa dan menyimpan Air Susu Ibu Perahan (ASIP) adalah penting bagi kesehatan bayi yang baru lahir dan anak batita. ASI sangat penting karena mengandung zat yang mempunyai sifat kekebalan yang melindungi bayi. Tempat penyimpan ASI yang baik sebaiknya dapat mencegah bakteri tumbuh ketika ia di dalam penyimpanan. Oleh sebab itu salah satu prioritas pertama dalam ASIP adalah tempat penyimpanan ASI.
Wadah / tempat menyimpan ASIP yang dikenal ada 2 jenis (1) tempat dalam plastik elastis dan (2) tempat dari kaca atau plastik keras. kedua wadah tersebut tergantung kebutuhan anda dalam menyimpan ASIP.
Saat ini telah banyak penelitian yang dilakukan terhadap manfaat ASI. Mulai dari penelitian terhadap peningkatan sistem kekebalan tubuh bayi sampai dengan substansi ASI yang dapat membunuh sel kanker. Beberapa temuan menunjukkan bahwa menyusui bayi lebih penting dibandingkan dengan susu lainnya, dengan tantangan bahwa saat ini virus berkembang dengan sangat cepat. Selama bayi Anda menerima banyak ASI saat menyusui atau minum dari botol, ia akan menerima banyak nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan tetap sehat.
Dalam sebuah Jurnal “Pediatrics” yang telah dipublikasikan,
Jika bayi disusui dengan ASI untuk enam bulan pertama hidupnya, maka negara dapat menghemat miliaran dolar setiap tahun dan lebih dari 1.000 jiwa per tahun.
Dengan adanya hasil riset baru pada ASI tersebut, tampaknya masih belum banyak dukungan pada fasilitas umum yang belum menyediakan ruang ibu menyusui. Beberapa Ibu menyusui di depan umum sepertinya masih banyak belum dilakukan meskipun hal tersebut dapat dilakukan memakai penutup kain.
Permasalahan tersebut, mengakibatkan memaksa ibu cenderung untuk menyimpan/membawa ASIP ketika mereka melakukan perjalanan daripada menyusui langsung. Botol Penyimpanan ASI dapat digunakan kembali namun perlu dicuci dengan pembersih khusus dan di sterilkan dengan air panas.
Berbeda dengan penyimpanan plastik asi, sisi positifnya adalah mereka menyimpan mudah dalam lemari es atau freezer, tidak membutuhkan sterilisasi dan dapat langsung digunakan.
Saat ini jenis plastik yang tersedia dari perusahaan yang memproduksi plastik ASI pada umumnya menawarkan produk plastik yang aman dan sudah steril. Sehingga dapat langsung digunakan.
Namun demikian tidak semua produk plastik asi mempunyai double zipper dimana terdapat pengamanan yang ekstra dari udara diluar. Dengan adanya double zipper, plastik asi dapat terbebas dari masuknya kuman-kuman ataupun virus dari udara yang dapat masuk ke dalam plastik.
Makanan Yang Melancarkan ASI
Setiap ibu mendambakan dapat memberikan ASI eksklusif untuk buah hatinya, bukan. Nah, sayangnya tak semua wanita beruntung dianugerahi air susu yang lancar. Belum sampai sebulan sudah “habis”. Duh sedihnya. Bagaimana ya agar bisa menyiasati lancar asi. Ikhtiar kan penting, daripada terburu-buru memilih susu formula. Nah, ada baiknya mencoba dulu alternative dari resep tradisional yang biasa dilakukan orangtua kita dahulu. Khususnya untuk memperlancar dan memperbanyak jumlah ASI.
Menurut literature yang saya baca dan sudah dibuktikan saat memberikan ASI untuk ke-3 anak-anak saya, ternyata daun katuk (Sauropus androgynus L.Merr.) memang amat ampuh. Tanaman ini mudah tumbuh di halaman dan biasa ditanam sebagai pagar hidup. Jika punya lahan sempit, anda bisa menanamnya didalam pot.
Cara menggunakan cukup mudah, dibuat sayur bening bersama jagung manis, atau dicampur dengan potongan wortel. Wah dijamin ASI bakal lancar, mengandung apa saja ya ? dari hasil penelitian, terbukti daun katuk mengandung protein, lemak, kalium, fosfor, zat besi, vit A, B1 dan C yang cukup lengkap. Kandungan nutrisi inilah yang membuat daun katuk efektif melancarkan ASI yang berperan mencukupi asupan nutrisi ibu menyusui. Tanaman ini daunnya bersifat dingin dan manis yang mengandung flavonoid, saponin dan tannin. Kandungan tersebut juga membuat daun katuk dipakai sebagai obat antidemam, peluruh kencing serta membersihkan darah, sehingga amat dikonsumsi ibu pasca melahirkan.
Breast Milk Storage Guidelines
Basic guidelines for storing breast milk are to use a clean container, refrigerate for 24 hours or less and freeze for no more than 72 hours. Learn more about storing breast milk with tips from a practicing pediatrician in this free video on child care.
Expert: Dr. David Hill
Contact: www.capefearpediatrics.com
Bio: Dr. David Hill is a graduate of the University of North Carolina Internal Medicine and Pediatrics combined residency.
Filmmaker: Reel Media LLC
Video Manfaat ASI
Berikut ini video manfaat asi:
Video Tips penyimpanan ASI 1
Berikut ini dapat di lihat video tips penyimpanan ASI :
Mitos ASI
Mitos tentang menyusui dapat mengurangi rasa percaya diri ibu maupun dukungan yang diterimanya. Berikut mematahkan mitos-mitos mengenai ASI dan menyusui.
Menurut UNICEF/WHO, empat mitos yang paling sering adalah :
- Sekali menghentikan menyusui, tidak dapat menyusui lagi. Jika bayi mendapat susu formula, ibu dapat menyusui kembali setelah terhenti sementara, dengan memberikan teknik relaktasi dan dukungan yang tepat. Keadaan ini kadang-kadang sangat vital dalam kondisi darurat.
- Stres menyebabkan ASI kering. Walaupun stres berat atau rasa takut dapat menyebabkan terhentinya aliran ASI, akan tetapi keadaan ini biasanya hanya sementara, sebagaimana reaksi fisiologis lainnya. Bukti menunjukkan bahwa menyusui dapat menghasilkan hormon yang dapat meredakan ketegangan, memberikan ketenangan kepada ibu dan bayi dan menimbulkan ikatan yang erat antara ibu dan anak.
- Ibu dengan gizi kurang tidak mampu menyusui. Ibu menyusui harus mendapat makanan tambahan agar dapat menyusui dengan baik dan mempunyai kekuatan untuk juga merawat anaknya yang lebih besar. Jika kondisi gizi ibu sangat buruk, pemberian susu formula disertai alat bantu menyusui diharapkan dapat meningkatkan produksi ASI.
- Bayi dengan diare membutuhkan air atau teh. Berhubung ASI mengandung 90% air, maka pemberian ASI eksklusif pada bayi dengan diare biasanya tidak membutuhkan cairan tambahan seperti air gula atau teh. Pada kasus diare berat, cairan oralit (yang diberikan dengan cangkir) mungkin dibutuhkan disamping ASI.
Mitos lainnya
- ASI harus dibuang dulu sebelum menyusu. Alasannya, ASI yang keluar adalah ASI lama (basi). ASI tak pernah basi! Biasanya yang dimaksud dengan ASI lama adalah ASI yang berwarna kekuningan dan kental; penampilannya memang seperti cairan tak segar. Padahal, ASI kekuningan tersebut yang paling baik mutunya. “Kandungan nutriennya paling tinggi dan memang diperolehnya pada tetesan ASI paling awal,” jelas Eric Gultom. Warna dan penampilan ASI putih keruh serta encer sering pula diasumsikan sebagai ASI kualitas jelek. Hal ini sama sekali tak benar! “Warna dan kejernihan ASI sangat tergantung bahan nutrien yang terkandung di dalamnya,” jelasnya lagi. Perlu diingat, tak ada ibu yang mempunyai ASI seputih dan seindah penampilan susu formula. Namun begitu, kualitas ASI tak dapat ditandingi oleh susu formula manapun.
- Usai melahirkan, ibu harus makan ayam arak agar tubuhnya hangat dan ASI-nya banyak atau minum jamu-jamuan untuk kesegaran ibu. Hal ini justru berbahaya karena sering berpengaruh terhadap kandungan nutrien ASI dan menyebabkan bayi kuning. Kandungan dalam ayam arak -mungkin araknya- dan jamu-jamuan, menurut observasi dokter dan para bidan, seringkali berkaitan dengan timbulnya kuning pada bayi, suatu keadaan yang secara medis disebut ikterus atau hiperbilirubinemia. “Bila kadar kuningnya tinggi, dapat membahayakan bayi karena, bahan kuning ini bukan hanya akan melekat di mata maupun kulit sehingga jadi kuning, tapi juga di sel-sel otak,” terang Eric.
- Bayi harus diberi pisang atau nasi kepal/ulek agar tak kelaparan. Salah dan berbahaya! Sistem pencernaannya belum sanggup mencerna atau menghancurkan makanan tersebut. Dengan demikian, makanan tersebut akan mengendap di lambung dan menyumbat saluran pencernaan, sehingga akhirnya bayi jadi muntah. Itulah mengapa, sebelum usia 6 bulan, bayi belum boleh diberikan makanan tambahan. Jadi, Bu-Pak, tak usah takut si kecil akan kelaparan. Toh, di usia tersebut, makanannya memang cuma ASI dan ia pun boleh menyusu ASI sepuasnya kapanpun ia menginginkannya.
- Bayi harus diberi susu lebih kental agar cepat gemuk. Salah! Susu yang sangat kental juga tak dapat dicerna dan menyebabkan endapan susu di lambung sehingga bayi jadi muntah.
- Bayi boleh diberi air tajin sebagai pengganti susu/pelarut susu. Air tajin tak dapat menggantikan susu karena kandungan nutriennya kurang; juga, tak perlu dipakai sebagai pelarut bila pengenceran susu dengan air matang sudah sesuai petunjuk pelarutan yang diberikan pada setiap kemasan susu kaleng.
- Susu kaleng perlu dicampur-campur (berbagai merek dagang) agar keunggulan masing-masing susu dapat dikonsumsi sekaligus oleh bayi. Jangan termakan iklan, dong! Semua keunggulan yang diiklankan tersebut tak ada yang dapat menyaingi keunggulan ASI.
- Susu formula lebih mencegah bayi kurang gizi dibandingkan ASI. Kekurangan gizi pada bayi bukan karena tidak minum susu formula, akan tetapi tidak diberikan ASI dan makanan pendamping secara benar. Akibat pemberian ASI dan pemberian makanan pendamping ASI yang salah, maka sekitar 6,7 balita atau 27,3 persen dari seluruh balita di Indonesia menderita kurang gizi. Sebanyak 1,5 juta di antaranya menderita gizi buruk. Dengan ASI ekslusif selama 6 bulan dan makanan pendamping yang tepat, bayi tidak saja tumbuh sehat dan cerdas tetapi juga mengalami pertumbuhan emosi dan intelektual yang prima. Selain itu, ASI juga meningkatkan emosi antara bayi dan ibu menjadi lebih erat. Hal itu disebabkan selama proses pemberian ASI terjadi kontak fisik karena bayi berada dalam pelukan ibunya.
- Jika bayi banyak disusui, bayi tidak mendapatkan cukup susu. Karena ASI begitu mudah dicerna, bayi yang umumnya minum ASI lebih mudah lapar dibanding bayi yang minum susu formula. Sebaiknya bayi baru lahir disusui setiap dua sampai tiga jam.
- Istirahat memberi ASI membantu menjamin lebih banyak susu. Lebih banyak ASI diberikan, lebih banyak pula ASI dihasilkan. Mengistirahkan jadwal menyusui sebenarnya dapat menurunkan suplai ASI. Satu cara menjamin agar ASI tetap banyak adalah tetap memberikan ASI secara teratur. ASI sebaiknya diberikan sedikitnya 9 sampai 10 kali per hari untuk menjamin produksi ASI.
- Susu formula membuat bayi tidur lebih baik. Penelitian menujukan bahwa bayi yang diberikan susu formula tidak tidur lebih baik meskipun bayi mungkin tidur lebih lama. Hal ini disebabkan botol susu tidak dapat dicerna dengan cepat, hal ini memungkinkan jangkauan lebih panjang diantara menyusui sehingga bayi tidur lebih lama.
- Bayi sebaiknya diberi ASI melalui botol karena bayi tidak menjadi bingung dan berhenti menyusui. Bayi menghisap susu pada puting tetapi menyusui pada payudara. Perbedaan antara dua aksi ini akan membingungkan bayi. Jika anda pikir perlu menambahkan pemberian ASI (terutama jika anda memiliki rencana kembali bekerja) anda sebaiknya mengenalkan btol pada bayi antara umur dua sampai enam bulan. Gunakan botol untuk satu atau dua kali menyusui per hari. Bayi akan belajar menyesuaikan pada botol tanpa kehilangan kemampuan menyusui pada payudara. Gunakan ASI ketika mencoba botol dan peluk bayi erat ke tubuh anda untuk mengemongnya.
- Menyusui merubah bentuk dan ukuran payudara atau kurang sensitif. Selagi hamil ada sedikit perubahan tampilan dan rasa payudara tetapi menyusuuui tidak menyebabkan perubahan apapun. Kenyataanya, menyusui dapat melindungi payudara. Penelitian menujukan wanita menyusui memiliki resiko lebih kecil terkena payudara dalam hidupnya.
- Jangan pernah membangunkan bayi untuk minum ASI. Sebagian besar waktu bayi akan membuat anda terjaga kira-kira dua setengah sampai tiga jam. Dalam beberapa contoh bayi mneyusui selama dua atau tiga jam kemudian tidur lebih lama dari biasanya. Jika bayi terbiasa tidur saat waktu menyusui, bangunkan bayi ketika waktunya makan. Ini penting bagi bayi untuk menyusui sesuai jadwal dan begitu juga anda untuk menjaga suplai ASI yang baik.
You are currently browsing the archives for the Artikel ASI category.

