PlastikASI.com

Jual Kantong Plastik Asi

Plastikasi.com

Posts Tagged ‘asi’

Penyimpanan ASIP yang benar

Aktifitas  memompa ASI yang dilakukan oleh para ibu seringkali dilakukan dengan kerja keras dan membutuhkan beberapa jam untuk mendapatkan persediaan ASIP yang cukup.Bahkan seringkali dilakukan pada saat si kecil sedang tertidur.
Oleh sebab itu banyak Ibu yang belum mengetahui tentang  cara penyimpanan ASIP dengan benar, sehingga tidak banyak dari hasil ASIP yang terbuang dengan sia-sia.
Dimana dan untuk berapa lama ASIP dapat bertahan ?

• Penyimpanan ASIP  dapat dilakukan di tempat yang steril, plastik kedap udara atau botol sealable. Anda dapat menyimpan di kulkas atau di freezer, untuk jangka waktu yang berbeda.

• Jika ASIP tersebut disimpan di luar pada suhu kamar (25c), maka ASIP dapat bertahan sampai 4 jam, dengan demikian diusahakan menyimpan dalam tas yang berisi es sebelum ditaruh di freezer.

• Jika ASIP anda disimpan di lemari es maka ASIP dapat bertahan hingga 5 hari.

• Jika ASIP anda disimpan dalam freezer, maka ASIP dapat bertahan selama 3-4 bulan. Ketika Anda ingin menggunakan sebaiknya di defrost dahulu, Setelah sudah mencair maka barulah dihangatkan dengan air panas (60C) secara perlahan-lahan, dilarang menggunakan microwave karena akan merusak semua kandungan ASIP tersebut

• Selalu menyimpan ASI dalam jumlah kecil.

• Jika bayi Anda tidak minum jumlah keseluruhan, Anda dapat menyimpannya ke dalam kulkas untuk digunakan kembali selama sekitar satu jam dan kemudian membuang sisanya.

• JANGAN ditaruh kedalam freezer kembali, jika sudah dicairkan.

• JANGAN dihangatkan untuk kedua kalinya

• JANGAN memasaknya

Semoga sukses menyimpan ASIP untuk bayi anda

Tempat Penyimpan ASI – Panduan sebelum membeli

Membawa dan menyimpan Air Susu Ibu Perahan (ASIP) adalah penting bagi kesehatan bayi yang baru lahir dan anak batita. ASI sangat penting karena mengandung zat yang mempunyai sifat kekebalan yang melindungi bayi. Tempat penyimpan ASI yang baik sebaiknya dapat mencegah bakteri tumbuh ketika ia di dalam penyimpanan. Oleh sebab itu salah satu prioritas pertama dalam ASIP adalah tempat penyimpanan ASI.

Wadah / tempat menyimpan ASIP yang dikenal ada 2 jenis (1) tempat dalam plastik elastis dan (2) tempat dari kaca atau plastik keras. kedua wadah tersebut tergantung kebutuhan anda dalam menyimpan ASIP.

Saat ini telah banyak penelitian yang dilakukan terhadap manfaat ASI. Mulai dari penelitian terhadap peningkatan sistem kekebalan tubuh bayi sampai dengan substansi ASI yang dapat membunuh sel kanker. Beberapa temuan menunjukkan bahwa menyusui bayi lebih penting dibandingkan dengan susu lainnya, dengan tantangan bahwa saat ini virus berkembang dengan sangat cepat. Selama bayi Anda menerima banyak ASI saat menyusui atau minum dari botol, ia akan menerima banyak nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan tetap sehat.

Dalam sebuah Jurnal “Pediatrics” yang telah dipublikasikan,

Jika bayi disusui dengan ASI untuk enam bulan pertama hidupnya, maka negara dapat menghemat miliaran dolar setiap tahun dan lebih dari 1.000 jiwa per tahun.

Dengan adanya hasil riset baru pada ASI tersebut, tampaknya masih belum banyak dukungan pada fasilitas umum yang belum menyediakan ruang ibu menyusui. Beberapa Ibu menyusui di depan umum sepertinya masih banyak belum dilakukan meskipun hal tersebut dapat dilakukan memakai penutup kain.

Permasalahan tersebut, mengakibatkan memaksa ibu cenderung untuk menyimpan/membawa ASIP ketika mereka melakukan perjalanan daripada menyusui langsung. Botol Penyimpanan ASI dapat digunakan kembali namun perlu dicuci dengan pembersih khusus dan di sterilkan dengan air panas.

Berbeda dengan penyimpanan plastik asi, sisi positifnya adalah mereka menyimpan mudah dalam lemari es atau freezer, tidak membutuhkan sterilisasi dan dapat langsung digunakan.

Saat ini jenis plastik yang tersedia dari perusahaan yang memproduksi plastik ASI pada umumnya menawarkan produk plastik yang aman dan sudah steril. Sehingga dapat langsung digunakan.

Namun demikian tidak semua produk plastik asi mempunyai double zipper dimana terdapat pengamanan yang ekstra dari udara diluar. Dengan adanya double zipper, plastik asi dapat terbebas dari masuknya kuman-kuman ataupun virus dari udara yang dapat masuk ke dalam plastik.

Makanan Yang Melancarkan ASI

Setiap ibu mendambakan dapat memberikan ASI eksklusif untuk buah hatinya, bukan. Nah, sayangnya tak semua wanita beruntung dianugerahi air susu yang lancar. Belum sampai sebulan sudah “habis”. Duh sedihnya. Bagaimana ya agar bisa menyiasati lancar asi. Ikhtiar kan penting, daripada terburu-buru memilih susu formula. Nah, ada baiknya mencoba dulu alternative dari resep tradisional yang biasa dilakukan orangtua kita dahulu. Khususnya untuk memperlancar dan memperbanyak jumlah ASI.

Menurut literature yang saya baca dan sudah dibuktikan saat memberikan ASI untuk ke-3 anak-anak saya, ternyata daun katuk (Sauropus androgynus L.Merr.) memang amat ampuh. Tanaman ini mudah tumbuh di halaman dan biasa ditanam sebagai pagar hidup. Jika punya lahan sempit, anda bisa menanamnya didalam pot.

Cara menggunakan cukup mudah, dibuat sayur bening bersama jagung manis, atau dicampur dengan potongan wortel. Wah dijamin ASI bakal lancar, mengandung apa saja ya ? dari hasil penelitian, terbukti daun katuk mengandung protein, lemak, kalium, fosfor, zat besi, vit A, B1 dan C yang cukup lengkap. Kandungan nutrisi inilah yang membuat daun katuk efektif melancarkan ASI yang berperan mencukupi asupan nutrisi ibu menyusui. Tanaman ini daunnya bersifat dingin dan manis yang mengandung flavonoid, saponin dan tannin. Kandungan tersebut juga membuat daun katuk dipakai sebagai obat antidemam, peluruh kencing serta membersihkan darah, sehingga amat dikonsumsi ibu pasca melahirkan.

Breast Milk Storage Guidelines

Basic guidelines for storing breast milk are to use a clean container, refrigerate for 24 hours or less and freeze for no more than 72 hours. Learn more about storing breast milk with tips from a practicing pediatrician in this free video on child care.

Expert: Dr. David Hill
Contact: www.capefearpediatrics.com
Bio: Dr. David Hill is a graduate of the University of North Carolina Internal Medicine and Pediatrics combined residency.
Filmmaker: Reel Media LLC

Video Manfaat ASI

Berikut ini video manfaat asi:

Video Tips penyimpanan ASI 1

Berikut ini dapat di lihat video tips penyimpanan ASI :

Tips Memberi ASI Eksklusif Pasca Cuti

Masa cuti berakhir. Padahal masa pemberian ASI eksklusif pada bayi belum berakhir. Bisakah ASI Eksklusif dilanjutkan? Mia resah. Bayinya baru berusia 3 bulan, masih dalam masa pemberian ASI Eksklusif sampai buah hatinya berusia 6 bulan, namun masa cuti kerjanya sudah berakhir. “Bagaimana melanjutkan ASI eksklusifnya. Masa sih harus dicampur dengan susu formula. Sayang kan?”

Benar! Alangkah sayangnya dan ruginya jika pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sampai gagal. Pernahkah melihat bayi macan diberi makan daging? Atau, bayi kambing atau sapi, makan rumput? Sebelum usianya cukup, semua bayi mamalia makan air susu, termasuk bayi manusia.

Usia cukup bagi bayi manusia untuk mendapat makanan lain selain air susu ibu adalah setelah 6 bulan. Dari usia 0 hingga 6 bulan bayi harus mendapat ASI eksklusif, yakni pemberian ASI murni tanpa bayi diberi tambahan lain seperti cairan air putih, teh, madu, buah-buahan, maupun makanan tambahan seperti bubur susu atau bubur saring dsb., sampai usia bayi 6 bulan, menurut hasil penelitian, positif membuat bayi mendapat nutrisi terbaik; meningkat daya tahan tubuhnya, meningkat kecerdasannya, dan meningkat jalinan kasih
(bonding) dengan bunda (dan ayah).

Sayangnya, seperti Mia yang bekerja, juga Mia-Mia yang lain, masa cuti melahirkan hanya 3 atau 4 bulan saja. Masih ada ada 2 – 3 bulan lagi untuk memberikan ASI Eksklusif. Itu memang dilema. Bagaimana melanjutkan pemberian ASI eksklusif atau hanya malam hari memberi ASI, siang dengan susu formula?

Beri ASI Perah

Namun, Dr. Utami Roesli SpA, MBA.IBCLC, pakar ASI, meyakinkan bahwa setelah masa cuti berakhir, ibu masih bisa memberikan ASI eksklusif. “Rugi sekali jika ibu hentikan. Sebab, usus bayi usia 3 bulan belum siap mencerna makanan selain air susu ibu. Selain itu. ASI merupakan sumber gizi ideal dengan komposisi seimbang, yang jika diberikan secara eksklusif bayi akan lebih sehat dan lebih cerdas dibanding bayi yang tidak mendapatkannya,” tegas Utami.

Untuk buah hati tercinta, seharusnya bekerja di luar rumah bukanlah halangan untuk memberikan yang terbaik untuknya, termasuk memberikan ASI secara eksklusif. “Ibu tetap bisa memberikan ASI perah, yakni ASI yang diperas dari payudara, lalu diberikan pada bayi saat ibu bekerja di kantor,” ujar Utami yang juga ketua Lembaga Peningkatan dan Pengembangan (LPP) ASI Rumah Sakit St. Carolus.

ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperas dari payudara untuk kemudian disimpan dan nantinya diberikan pada bayi. Apa tidak basi? Menurut Utami, sampai waktu tertentu dan dengan penyimpanan yang benar, ASI tidak akan basi. Misalnya, ASI tahan disimpan di dalam suhu ruangan sampai 6 jam. Jika disimpan di thermos yang diberi es batu, bisa tahan hingga 24 jam. Bahkan, kalau disimpan di kulkas ketahanannya meningkat hingga 2 minggu dengan suhu kulkas yang bervariasi. Jika disimpan di frezeer yang tidak terpisah dari kulkas, dan sering dibuka, ASI tahan 3-4 bulan. Sedangkan pada freezer dengan pintu terpisah dari kulkas dan suhu bisa dijaga dengan konstan, maka ketahanan ASI mencapai 6 bulan.

Memerah ASI bukanlah hal yang sulit, bahkan tidak selalu membutuhkan alat khusus atau pompa ASI. Cukup dengan pijitan dua jari sendiri, ASI bisa keluar lancar car! Memang membutuhkan waktu, yakni masing-masing payudara 15 menit. ASI ini bisa diberikan untuk bayi keesokan harinya. Tampung ASI tersebut di sebuah wadah, misalnya plastik gula, lalu tandai setiap wadah dengan spidol sesuai waktu pemerahan, misal plastik pertama, kedua, dst. Berikan pada bayi sesuai urutan pemerahan.

Persiapan dan Pemberian

Untuk memberi bayi ASI perahan, jauh-jauh hari sebelum masa cuti berakhir ibu memang harus menyiapkan diri sendiri dan bayi. Apalagi jika si buah hati merupakan anak pertama. Beratnya meninggalkannya memang luar biasa. Apalagi siang hari tak bersamanya dan tak menyusuinya pasti berat. Di kantor, saat payudara membengkak karena produksi ASI tak disusu bayi, ingatan ibu pastilah pada buah hati di rumah.

Mempersiapkan diri sendiri menjadi penting. Pertama, adalah mempersiapkan mental untuk meninggalkan bayi dan memupuk rasa percaya bahwa ia akan baik-baik saja di rumah. Kedua, persiapan dengan mulai belajar memerah dua minggu sebelum cuti berakhir. Ketika bayi tidur dan payudara mulai terasa membengkak, segera perahlah payudara lalu simpan di kulkas. Esok siang, ASI perah tersebut bisa ibu berikan pada bayi.

Sedangkan untuk mempersiapkan bayi, ibu harus memulai membiasakan bayi diberi ASI perahan dengan sendok, bukan botol susu. “Berikan dengan cara menyuapinya dengan sendok agar bayi tidak bingung putting. Sampai bayi usia 5 bulan, bisa terjadi bingung putting,” tegas Utami. Bingung putting terjadi jika ibu yang biasa memberi Asi lewat payudara, lalu bayi disusui dengan botol, maka ketika akan diberikan lewat payudara lagi bayi kemungkinan menolaknya. Ini lantaran, dot botol lebih lancar mengeluarkan susu dibandingkan lewat payudara.

Persiapkan Mental ‘Pengasuh’

Tetap memberi ASI selama ibu bekerja di kantor berarti ibu harus memupuk kerjasama dengan pengasuh. Ini bukan hal mudah. Apalagi jika yang ibu percayai merawatnya adalah orangtua sendiri atau mertua. Kalau mereka tidak punya pemahaman yang sama tentang pemberian dan manfaat ASI eksklusif, ditambah pengalaman mereka dulu mungkin menyusui sambil dicampur susu atau makanan padat, akan sedikit menyulitkan.

“Tapi, jangan menyerah. Pelan-pelan jelaskan sama ibu atau ibu mertua tentang pentingnya ASI eksklusif, dan bahwa usus bayi belum siap mencerna makanan. Begitu juga jelaskan pada pengasuh, kerjasama orangtua dengan pengasuh di rumah ini juga menentukan keberhasilan menyusui secara eksklusif ” tegas Utami.

Memang di hari-hari pertama pemberian susu perah dengan sendok, bayi mungkin menolaknya. Ia bahkan bisa cemas dan gelisah. Namun, janganlah khawatir, 3 atau 4 hari setelahnya bayi akan terbiasa. Itu sebabnya, sebelum masa cuti berakhir bayi perlu dilatih disuapi susu dengan sendok. Jadi, tak perlu resah jika harus kembali bekerja, bukan?

Pemberian ASI Perahan

  • Ambil ASI berdasarkan waktu pemerahan (yang pertama diperah yang diberikan lebih dahulu).
  • Jika ASI beku, cairkan di bawah air hangat mengalir. Untuk menghangatkan, tuang ASI dalam wadah, tempatkan di atas wadah lain berisi air panas.
  • Kocok dulu sebelum mengetes suhu ASI. Lalu tes dengan cara meneteskan ASI di punggung tangan. Jika terlalu panas, angin-anginkan agar panas turun.
  • Jangan gunakan oven microwave untuk menghangatkan agar zatzat penting ASI tidak larut/hilang.
  • Berikan dengan sendok.

Simpan ASI Praktis dan Awet

  • Taruh ASI dalam kantung plastik polietilen (misl plastik gula); atau wadah plastik untuk makanan atau yang bisa dimasukkan dalam microwave, wadah melamin, gelas, cangkir keramik. Jangan masukkan dalam gelas plastik minuman kemasan maupun plastik styrofoam.
  • Beri tanggal dan jam pada masing-masing wadah.
  • Dinginkan dalam refrigerator (kulkas). Simpan sampai batas waktu yang diijinkan (+ 2 minggu).
  • Jika hendak dibekukan, masukkan dulu dalam refrigerator selama semalam, baru masukkan ke freezer (bagian kulkas untuk membekukan makanan), gunakan sebelum batas maksimal yang diijinkan. (+3-6 bulan)
  • Jika ASI beku akan dicairkan, pindahkan ASI ke refrigerator semalam sebelumnya, esoknya baru cairkan dan hangatkan. Jangan membekukan kembali ASI yang sudah dipindah ke refrigerator.(Dewi Yamina)
    Sumber: Tabloid Ibu & Anak

Peraturan TSA (Transportation Security Administration) mengenai ASI

Ibu menyusui yang bepergian dengan atau tanpa membawa bayi/anak dapat membawa AIR SUSU IBU dalam jumlah berapapun ke dalam kabin pesawat selama ibu menyebutkan (declare) bahwa ibu membawa ASI pada setiap security check-point

TSA download

TSA Item

Asi & ibu bekerja

Apabila anda adalah seorang wanita karir yang baru saja melahirkan dan harus segera kembali bekerja karena masa cuti hamil anda telah lewat, anda tidak perlu merasa khawatir karena tidak dapat memberikan ASI kepada buah hati anda.

ASI bisa anda perah dan anda simpan, apakah di lemari pendingin maupun freezer, untuk kemudian nanti diberikan oleh pengasuh buah hati anda ketika anda sedang berada di kantor.

Penelitian telah menunjukkan bahwa ASI yang telah diperah bisa disimpan di dalam suhu ruangan (26,1 ° C) sampai 6 jam (Hamosh 1996) atau pada suhu 18,9-22,2°C sampai 10 jam (Barger and Bull 1987). Karena ASI setiap ibu berlainan dan suhu ruangan seringkali merupakan suatu pengukuran subjektif, maka biasanya dianjurkan untuk menyimpan ASI dalam suhu ruangan tidak lebih dari 4 jam.

Jika ASI belum akan diberikan dalam waktu 4 jam setelah diperah, maka dinginkan ASI di lemari es atau bekukan di freezer sesegera mungkin. ASI di dalam lemari pendingin dengan suhu 0-3,9°C bisa disimpan selama 8 hari (Pardou 1994).

ASI yang dibekukan bisa bertahan sampai 3-6 bulan, tergantung kepada suhu freezer dan frekuensi terbukanya pintu freezer. Deep freezer atau chest freezer mampu memberikan masa beku yang paling panjang karena biasanya memiliki suhu yang lebih rendah dan lebih konsisten. Jangan menyimpan ASI di dalam pintu freezer atau lemari pendingin karena di bagian pintu terjadi variasi suhu yang paling lebar.

Biasanya pilihan terbaik untuk membekukan ASI adalah di dalam botol yang terbuat dari kaca karena komponen ASI di dalam kaca lebih awet/terlindung. Pilihan kedua adalah plastik keras yang jernih. Kebanyakan ibu lebih menyukai botol yang terbuat dari plastik demikian juga halnya dengan rumah sakit/klinik bersalin, karena plastik tidak mudah pecah. Botol tempat menyimpan ASI sebaiknya memiliki tutup yang kencang/rapat.

Menyimpan ASI di dalam kantong susu bisa menimbulkan beberapa masalah. Susu bisa menempel pada sisi kantong sehingga jumlah yang diberikan kepada bayi akan berkurang. Kantong susu juga lebih peka terhadap kontaminasi akibat kebocoran. Beberapa produsen pompa ASI membuat kantong susu yang nyaman untuk digunakan dan terbuat dari plastik yang lebih tebal tetapi harganya mahal. Jika hendak menggunakan kantong, sebaiknya digunakan 2 lapis kantong lalu disimpan di dalam wadah plastik yang tertutup rapat, baru masukkan ke dalam freezer. Hal ini akan membantu mengurangi terjadinya robekan pada kantong. Pada saat menghangatkan, sebaiknya batas atas air tidak melebihi kantong sehingga air tidak masuk ke dalam kantong. Jika air yang digunakan untuk menghangatkan tampak berawan/keruh, berarti telah terjadi kebocoran dan ASI tersebut harus dibuang (Mohrbacher & Stock 1997).

Sebaiknya tidak digunakan botol yang berwarna-warni karena zat warnanya bisa masuk ke dalam ASI.

Berilah label pada setiap kemasan ASI yang mencantumkan tanggal pemerahan ASI dan gunakan terlebih dahulu stok yang terlama. Jika bayi anda dirawat di rumah sakit, pastikan bahwa pada label juga tertera nama anda/bayi anda dengan jelas, sehingga ASI tidak tertukar.

Untuk bayi kurang dari 6 minggu, sebaiknya ASI disimpan dalam botol sebanyak 29,5-59 mL, sehingga waktu yang diperlukan untuk menghangatkan tidak terlalu lama dan ASI tidak banyak terbuang.
Untuk bayi yang lebih besar, jumlah ASI yang disimpan perbotolnya bisa disesuaikan dengan jumlah susu yang biasanya diminum. Tetapi akan lebih baik jika tetap menyimpan ASI dalam jumlah yang lebih kecil, kalau sewaktu-waktu bayi anda menginginkan susu lebih atau untuk selingan.

Belum banyak penelitian mengenai ASI yang telah disimpan, dihangatkan dan baru sebagian diminum oleh bayi. Akan lebih aman untuk memberikan ASI yang sebelumnya telah disimpan dalam waktu 1-2 jam setelah dihangatkan. Dan jika ASI masih tersisa, sebaiknya dibuang dan tidak disimpan lagi.

Buku “Breastfeeding Guide”

You will learn:

  1. The benefits of breastfeeding for baby, mom, dad and society;
  2. Answers to frequently asked questions about breastfeeding
  3. What to do to help get breastfeeding off to a good start;
  4. Why breastfeeding is a public health issue and what is being done to promote and protect it;
  5. Why you should talk to your doctor or health care provider and your child’s pediatrician about breastfeeding;
  6. Where to find breastfeeding help; and
  7. What breastfeeding questions to ask at your next health care or
doctor visit.

Buku ini dapat di download disini